Categories

Selasa, 07 Mei 2013

Muntah? Mending Jangan Deh...

Mual lalu pengen muntah?
Yah, itu memang wajar dirasakan oleh tiap-tiap umat manusia di seluruh jagad raya ini..
*haha...
Kalo wajar? Kenapa judul blog ku kalau muntah jangan dimuntahin?
Kayanya ga korelasi yah? wkwkwkkwk
Sabar mas broo..
Biarkan saya jelasin dulu bagaimana muntah bisa terjadi kepada kita-kita...hhe
Masa ya kita muntah tapi kita gak tau apa-apa tentang muntah?
Kurang seru ahh.. :P




Jadi, begini, menurut penjelasan guru biologi saya,
*sebut nama ga yah? emmm...pake inisial aja deh
Inisialnya : Ibu Anik Riyanti :D

Bu Anik adalah guru biologiku yang baik hati, ramah, tidak sombong dan suka menabung (apaan sih?) -__-
Proses terjadinya muntah adalah sebagai berikut:
-Pertama, rangsangan yang menyebabkan muntah dirasakan oleh saraf-saraf yang tugasnya menerima rangsangan, misalkan saya pakai contoh orang yang muntah karena melihat bangkai, rangsangan visualisasi bangkai ditangkap oleh matanya.
-Kemudian, rangsangan tersebut disampaikan oleh si saraf kepada otak kita, ia pun berkata "hey otak, lihat! ada bangkai di depan, muntah yuk" (ya kira-kira seperti itu lah)
-Di otak kita terdapat pusat muntah, dia lah yang menerima rangsangan itu, setelah itu pusat muntah ini akan memerintahkan tubuh kita untuk memulai proses muntah, maka dikirimkanlah respon kepada organ-organ pencernaan kita agar segera melakukan prosesi pemuntahan
-Maka, organ pencernaan pun mulai beraksi, mereka melakukan gerakan peristaltik atau meremas-remas yang berkebalikan dengan gerakan meremas-remas saat kita mencerna makanan, dengan kata lain mereka melakukan gerakan mendorong makanan ke atas menuju mulut kita, di samping itu otot-otot pernapasan akan berkontraksi melawan celah suara yang tertutup sehingga terjadi pembesaran kerongkongan, selain itu kandung kemih juga ikut berkontraksi
-Karena hal tersebut, perlahan tapi pasti makanan mulai naik dari lambung ke kerongkongan lalu melontar keluar melalui mulut, sedangkan makanan yang ada di usus dua belas jari sebagian naik kembali ke lambung,
-And finally, uueeekk.... muntah pun terlaksana dengan sukses, makanan loe keluar lagi cuy. Tapi, kalau otot perut kembali relaksasi saat makanan baru mencapai kerongkongan, kemungkinan makanan bisa kembali ke lambung sehingga muntah pun di-delay.
-Disaat kita muntah, juga terjadi hal-hal berikut: peningkatan produksi air ludah, penigkatan kecepatan pernapasan, peningkatan detak jantung dan pelebaran pupil mata.


Begitu teman proses terjadinya muntah...
Nah sekarang aku mau njelasin kenapa aku saranin buat ga usah muntah...

Ini adalah cuplikan artikel yang aku baca...


“Muntah itu kalau bisa dihindari, tapi kalu tidak bisa ditahan, yah sudah. Tapi jangan sampai dipaksakan untuk muntah kalau merasa mual,” ungkap ahli gastroenterologi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo  Dr. Ari Fahrial Syam  SpPD, KGEH, MMB, dalam acara media seminar di Jakarta, Selasa (8/4).
Menurut penjelasan Dr. Ari, muntah dianggap tidak baik karena membawa cairan lambung yang seharusnya dibuang lewat saluran pencernaan bagian bawah dan bukannya keluar lewat saluran pencernaan atas.

“Cairan lambung itu harusnya turun ke bawah, bukan ke atas. Kalau muntah itu, cairan lambung dibuang lewat atas, hal ini dapat melukai kerongkongan,” jelasnya.

Jadi, Dokter Ari menganjurkan, jika merasa mual, lebih baik segera minum obat atau minum teh hangat daripada muntah. “Lebih baik berusaha minum obat atau minum teh hangat untuk mengurangi mual,” ujarnya.
Dr Ari  menambahkan pula, selain menghindari muntah atau mengeluarkan makanan dan cairan lewat mulut, kebiasaan sendawa atau membuang gas lewat mulut juga sebaiknya dihindari karena sama-sama dapat merusak saluran kerongkongan.  “Sendawa pun harus sebaiknya jangan dipaksakan karena itu berarti mengeluarkan udara tau gas dari dalam lambung.  Bila berlebihan dapat menyebabkan perlukaan di saluran kerongkongan,” tandasnya.  
Begitu teman mengenai muntah..
Gimana? Mau tetep muntah apa ditahan aja? Hhhihi :D

Oh ya, tambahan nih, jika kalian sering ngrasa mual tanpa sebab, penyebabnya adalah 
kandungan gas atau udara diperut kamu berlebihan, dan kandungan air sangat kurang, sedangkan kandungan makanan seimbang . Ingat perut harus terisi unsur keseimbangan , 1/3 udara , 1/3 air dan 1/3 makanan.

Jadi jangan lupa akan keseimbangan asupan makanan yah...
Semoga bermanfaat ^^

2 komentar:

  1. yaiyalah bro.. -__-
    Makanya jangan males makan sih...haha...
    Jangan lupa makan "pisang" (y)

    BalasHapus